JAKARTA: PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk akan membangun pabrik pakan ternak baru untuk meningkatkan kapasitas produksinya dengan investasi US$11,3 juta.
Pabrik baru itu, yang kini dalam tahap pembangunan, akan berlokasi di Bati Bati, Kalimantan Selatan dan di Padang, Sumatra Barat. Pabrik di Bati Bati diperkirakan akan beroperasi mulai akhir tahun ini, sementara pabrik di Padang, yang juga sudah dalam tahap pembangunan, baru akan beroperasi pada kuartal pertama 2008.
Total kapasitas kedua pabrik yang baru itu diperkirakan mencapai 360.000 ton per tahun. Jumlah itu akan mendongrak produksi pakan ternak perusahaan itu menjadi 2,08 juta ton dari sebelumnya (saat ini) 1,72 juta ton.
Selain itu, Japfa juga akan membangun pabrik pengolahan jagung di Grobogan, Jawa Tengah yang akan mensuplai bahan baku pabrik pakan ternak perusahaan itu.
Perusahaan itu, pada 2006 perusahaan mencatat net profit IDR 238 miliar, lima kali lipat dari pendapatan 2005 yang mencapai IDR41 miliar. Untuk 2007, perusahaan menarggetkan pendapaan penjualan IDR7 triliun dan net profit IDR245 miliar.
Selain itu, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. menerbitkan obligasi Japfa I-2007 senilai Rp500 miliar dengan tingkat bunga sekitar 12,33% hingga 12,87%.
Obligasi dengan rating BBB+ dari Pefindo itu memiliki jangka waktu lima tahun, dan dengan rating itu kupon bunga yang tawarkan cukup tinggi. “Karena dari sisi keuangan kinerja penjualan Japfa dalam tiga tahun terakhir terus meningkat,” kata Senior Director Head of Invesment Banking Trimegah Securities, Akhabani, selaku penjamin emisi obligasi.
Sementara itu, Direktur Japfa Comfeed, Herry Wibowo, mengatakan dana yang diperoleh dari penawaran obligasi ini akan digunakan sebesar 20% untuk investasi berupa pembangunan dua pabrik pakan ternak di Padang, Sumatera Utara, dan Bati-Bati Kalimantan Selatan, serta untuk pembelian satu unit pengeringan jagung di Grobogan, Jawa Tengah.
Dia mengemukakan, sekira 50% akan digunakan untuk refinancing pinjaman bank (BRI) senilai Rp250 miliar, dari total pinjaman senilai Rp400 miliar. Sedangkan sisanya sebesar 30% akan dipergunakan untuk modal kerja.
“Untuk investasi pembanguan dua pabrik ini, kita membutuhkan dana sekitar Rp100 miliar,” ujarnya.
Masa book-building obligasi ini pada 31 Mei-10 Juni 2007, masa penawaran rencananya akan dilakukan 26-28 Juni, diperkirakan pada 5 Juli akan listing di Bursa Efek Surabaya (BES).
Bertindak sebagai penjamin emisi selain Trimegah Securties, perseroan juga menunjuk Bahana Securities. Bertindak sebagai wali amanat adalah Bank Mega.
Herry menargetkan penjualan tahun ini dapat meningkat 9,4% menjadi Rp7 triliun dari tahun sebelumnya sekitar Rp6,4 triliun. Kenaikan pendapatan itu menyebabkan perseroan menargetkan laba bersih pada 2007 sebesar Rp 210 miliar.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar